Ode untuk Indonesia

indonesia tanah airku

tanah tumpah darahku

darah tumpah di mana-mana

darah pengemis batuk rejan, darah pelacur perawan*,

darah aktivis 98, darah orang-orang yang dinyatakan hilang.

di sanalah aku berdiri

jadi pandu ibuku

ibu? siapa itu?

kami tak mengenalnya.

semenjak orok kami diasuh oleh seorang laki-laki.

yang selalu kami panggil bos.

karena kepadanyalah kami menyetor recehan

hasil ngamen di jalan-jalan. Continue reading