Pak Hasyim dan Buyut Lele

Ah, kenapa tak dapat lagi…”, keluh Pak Hasyim, ketika melihat mata kail yang kosong. “Padahal umpan tinggal satu ekor lagi”.

Bagaimana Pak? Sudah dapat berapa?”, tanya Bu Ri’ah dari dapur, disela-sela menyiapkan bahan untuk membuat sambal. Rencananya, pagi ini, keluarga Pak Hasyim akan sarapan dengan lauk lele bakar.

Belum dapat seekor pun, Bu. Entah kemana ikan-ikan ini? Padahal sudah ku beri pakan yang agak banyak untuk memancing mereka keluar”, gerutu Pak Hasyim.

Ya sudah Pak, hari ini kita tidak masak lele. Diganti asem-asem saja. Kebetulan, tadi ada tetangga yang memberi wortel dan buncis”, hibur Bu Ri’ah, sambil keluar mengamati Pak Hasyim yang menghabiskan umpannya.

Tapi nanti ada temanku yang mau berkunjung kesini, Bu. Aku sudah janji akan menangkap lele untuk mereka”.

Lha mau bagaimana lagi, Pak. Sudah dari tadi, tapi belum dapat juga”.

Aneh, Bu. Biasanya ikan-ikan ini mudah ditangkap kok”.

Mungkin mereka sedang rapat, Pak. Hehehe…”, kelakar Bu Ri’ah. “Atau gini saja, Pak. Pak Rifa’i kan punya anak kecil, nanti kalau mereka sudah sampai sini, ajak mancing saja sekalian, kan lebih seru”, usul Bu Ri’ah.

Iya juga, Bu. Setelah itu langsung dibakar, mumpung ada banyak kulit kelapa kering”.

Nah, ayo sarapan dulu Pak. Sudah ditunggu anak-anak di dapur”. Continue reading

Pendidikan Berbasis Quo (Resensi)

Picture1

Judul                : Sekolah Gratis: Esai-esai Pendidikan yang Membebaskan

Penulis             : Utomo Dananjaya

Penerbit           : Paramadina, Jakarta

Tahun, Cet.     : Oktober 2005, I

Tebal               : xiv + 352 hlm

“Harimau mati meninggalkan belangnya, gajah mati meninggalkan gadingnya dan manusia mati meninggalkan nama dan karyanya”. Demikianlah, walaupun Utomo Dananjaya, sang pandega pendidikan, telah berpulang pada 22 Juli 2014, namun sampai sekarang karya dan inovasinya terus menemani proses pendidikan di negeri kita.

Mas Tom –panggilan akrabnya–, selain dikenal sebagai guru yang ulet, dia juga termasuk perintis pendidikan alternatif di Indonesia. Proses pembelajaran yang digagasnya memang keluar dari pakem. Misalnya dalam pelajaran sains tentang perubahan zat. Dia mengajak murid-muridnya membekukan air dengan membuat es puter, dengan cara memutar tabung berisi air, santan dan gula agar menjadi padat. Continue reading