Prisma Pemikiran Gus Dur: Sebuah “Pledoi” Enigma?

Judul Buku             : Prisma Pemikiran Gus Dur

Penulis                      : Abdurrahman Wahid

Penerbit                   : LKiS, Yogyakarta

Cetakan, Tahun    : II, 2010

Tebal                          : xlvii + 242 hlm

ISBN                           : 979-25-5308-8

Jika dalam konstelasi transportasi terdapat anekdot yang berbunyi, “Hanya supir bajaj dan Tuhan yang mengetahui kapan dan ke mana arah bajaj akan belok”, maka dalam dunia pesantren –sebenarnya dilematis, “menyempitkan” ruang dalam domain pesantren–, memiliki tokohnya sendiri, Gus Dur. “Hanya Gus Dur dan Tuhan yang mengetahui kapan dan apa maksud manuver-manuver Gus Dur selama hidupnya”.

Barangkali hal itu tidak berlebihan. Greg Barton sendiri, yang telah “mengikuti” kehidupan Gus Dur selama beberapa tahun, masih terkagum-kagum dengan pribadi Gus Dur yang unik: bagaimana seorang yang amat membanggakan Islam tradisionalnya, tapi mampu bersikap egaliter bahkan liberal? (hlm. xxiv).

Itu baru Greg Barton. Di lingkungan keluarga Gus Dur sendiri pun, dalam beberapa hal, mereka masih kesulitan untuk memahami pemikiran dan tindak laku Gus Dur yang eksentrik. Putri kedua Gus Dur, Zannuba Ariffah, sampai mengatakan, “Memahami Gus Dur gampang-gampang susah. Ibarat teks agama, sifatnya ada yang terang benderang (dan) ada yang samar-samar” (kompas.com, 28/12/2013).

Mungkin, dengan maksud menyibak (sedikit) selubung ketaksaan itulah, rampai artikel Gus Dur dikumpulkan dalam Prisma Pemikiran Gus Dur. Continue reading